Just A Thought

Susahnya Jadi Orang Baik

Pernah ga merasa susahnya jadi orang baik? Menurut saya, orang baik itu  bukan hanya melakukan sesuatu dengan baik dan benar tapi juga memberikan dampak baik bagi orang lain. Selain berdampak baik bagi orang lain, tingkatan tertinggi jadi orang baik adalah tetap tertanam di hati banyak orang meski “orang baik” sudah pergi meninggalkan kita semua.

Saya pernah kehilangan seseorang yang berarti buat hidup saya. Orang yang telah menularkan kebaikan dengan caranya. Kebaikan yang tidak hanya diperlihatkan melalui lisan atau perbuatan, tapi kebaikan yang tertanam di hati dan pikiran meskipun beliau sudah pergi. Kebaikan yang bisa saya rasakan dalam hati dan selalu merasa hangat setiap saya ingin mengikuti jejaknya. Sehangat saya mengingat kebaikannya.

Ya Allah, ijinkan kami mengikuti jejak teladan-teladan kami dalam menyiarkan kebaikan. Menyiarkan kebaikan yang menyejukkan. Menyiarkan kebaikan yang memberikan kehangatan silaturahmi. Menyiarkan kebaikan yang mendekatkan kepadaMu. Menyiarkan kebaikan yang menjadikan amal yang terus mengalir setelah kami pergi.

IMG_20181108_072031

Aamiin

 

 

Advertisements
Just A Thought

Tips Nyenengin Perempuan

Sebelum baca tulisan saya kali ini, tolong buang semua konsep-konsep serius bagaimana menjaga hubungan harmonis dari berbagai sudut pandang. Kali ini saya mau coba kasih tips ala saya sendiri, diambil dari konsep serius tapi saya coba sederhanakan dengan cara saya 🙂

Siapa yang tau konsep Marslow? Marslow adalah konsep yang menggambarkan hirarki kebutuhan manusia dan banyak digunakan perusahaan untuk mempelajari perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan. Kali ini mau saya coba pakai buat menggambarkan keinginan perempuan dan digabung salah satu pesan yang ada di lagu. Kok bisa? bisalah, namanya juga iseng hehehe….

Jadi gini, tahap pertama saya mau jelaskan kalau tiap orang itu punya tahapan kebutuhan yang berbeda-beda, apalagi perempuan. Banyak hal yang perlu dipelajari dari otak perempuan. Ini beberapa contohnya:

Sumber: englishlearnsite.com
Sumber: likesuccess.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebelum saya jelaskan ribetnya perempuan, buat yang lupa tentang teori Marslow, dibawah ini ada gambaran hirarkinya. Kalau mau tahu konsep detilnya, silakan googling ya. Tapi sejarah teori ini sebenernya mau menjelaskan kalau, manusia itu punya kebutuhan yang harus dipenuhi mulai dari kebutuhan dasar makan sampai aktualisasi diri. Jika salah satu kebutuhan dasar tidak terpenuhi, maka akan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan di tahap selanjutnya. Atau jika salah satu kebutuhan dasar sudah terpenuhi, maka manusia terdorong untuk melakukan pertumbuhan dalam kehidupan makanya harus naik ke hirarki kebutuhan yang lebih tinggi. Contohnya, manusia butuh udara untuk bertahan hidup (physiological) karena “supply” udara di sekitar rumah sudah tercemar karena polusi kendaraan maka setiap rumah menamam pohon yang dapat mengurangi polusi udara (safety). Setelah tahu efek tumbuhan bagi sirkulasi udara, maka semua orang yang tinggal bertanggungjawab untuk menyiram dan merawat tanamannya supaya tumbuh subur dan berharap bisa menghasilkan oksigen bagi pemilik rumah (love/belonging). Biasanya kalau sudah suka merawat tanaman, tahap selanjutnya mulai butuh pengakuan dari orang sekitar akan hobinya (esteem) dan akhirnya pada tahap butuh aktulisasi diri seperti pengakuan dari komunitas kalau yang bersangkutan mahir merawat tanaman (self-actualization).

Sumber: timvandevall.com

Gimana dengan kebutuhan perempuan? Saya coba jelaskan kalau perempuan juga sebenernya punya hirarki kebutuhan yang sama kayak laki-laki tapi yang bikin ribet itu adalah konteks kebutuhannya. Contohnya nih, saya suka nasi goreng pinggir jalan yang harganya ga sampai 20ribu. Tapi karena teman saya suka makan di resto di mal, saya jadi sering ikut dan terbawa jadi suka makan nasi goreng di resto yang harganya di atas 20rb dengan porsi setengah dari nasi goreng pinggir jalan. Supaya diterima dalam lingkaran pertemanan, saya akhirnya tidak makan nasi goreng pinggir jalan lagi. Ada yang salah dari contoh tadi? ga salah kalau kebutuhan sebelumnya sudah terpenuhi. Namun akan jadi masalah, kalau ternyata masih ada kebutuhan di tahap sebelumnya tidak terpenuhi seperti keuangan rumah tangga yang masih belum stabil. Bayangkan kalau gaji 4 juta, kalau seminggu 3x kita makan di resto dengan rata-rata menghabiskan 100ribu setiap makan maka setiap minggu akan mengeluarkan 300ribu. Bayangkan kalau sebulan kita menghabiskan 1.2juta! sisa gaji 2,8juta apa cukup memenuhi kebutuhan yang lain?      

Sebenernya kasus di atas bisa terjadi sama perempuan atau laki-laki sih. Tapi buat beberapa kasus perempuan akan menonjol konteks pemenuhan kebutuhannya dibanding laki-laki. Buat para suami di rumah mungkin bisa makan nasi jenis apa saja, tapi kalau perempuan mungkin mau makan nasi dari merek tertentu karena lebih wangi dan pulen. Nah ini yang bikin pusing para laki-laki terutama suami, betul ga? Karena pasti terkait sama keuangan harian. 

Mau tau gimana “mengerem” keribetan perempuan? pelajari tipsnya. Saya mau coba gabungkan teori Marslow dengan pesan di lagu soundtrack Mama Mia!Here We Go Again yang judulnya Andante Andate (kalau ga tau filmnya, bisa coba digooling yah). Aneh ga? tenang, nanti saya coba gambarkan.

Sebelumnya, saya kasih contekan lirik lagu Andante ya:

Take it easy with me, please..touch me gently like a summer evening breeze..Take your time, make itu slow…Andante, andante…Just let the feeling grow

Make your fingers soft and light…Let your body be the velvet of the night…Touch my soul, you know how…Andante, andante…Go slowly with me now

I’m your music (I am your music and I am your song)

I’m your song (I am your music and I am your song)

Play me time and time again and make me strong (Play me again ’cause you’re making me strong)

Make me sing, make me sound (You make me sing and you make me…)

Andante, Andante…Tread lightly on my ground…Andante, Andante

Oh please don’t let me down

There’s a shimmer in your eyes…Like the feeling of a thousand butterflies…Please don’t talk, go on, play…Andante, Andante…And let me float away

Dari lagu di atas sebenernya perempuan itu punya kebutuhan dasar lain yaitu dimengerti, klise ya? Jadi gini ya bapak-bapak, bisa kok ngerem istri yang suka belanja di supermarket modern buat pindah belanja ke pasar yang harganya lebih murah. Kalau istri ngajak belanja bulanan ke supermarket di akhir pekan, beberapa hari sebelumnya bapak-bapak bisa kasih tau istri kalau bapak mau nyari sesuatunya yang adanya cuma di pasar terus bilang “gimana kalau sekalian belanja bulanan aja?” Kalau istri merengut (istri pasti ngebayangin, suasana pasar yang bau, panas, sempit dan ribetnya bawa belanjaan yang banyak), bapak kasih senyum manis dulu. Begini caranya:

Tahap 1. Pegang tangannya dengan lembut…tatap matanya dengan tatapan manja..kasih senyuman tipis menggoda..lihat reaksinya kalau masih merengut coba tahap kedua

Tahap 2. Coba peluk hangat istri sambil usap-usap kepalanya dengan lembut, tangan satunya lingkarkan ke pinggang istrinya. Jangan lupa bisikkan “Aku akan selalu dampingi kamu selamanya dengan kondisi apapun, termasuk nemenin kamu besok ke pasar. Jangankan plastik belanjaan, tangan kamu aja bakal aku pegang terus biar ga ada yang godain” Biasanya istri bilang “gombaaaal” dan akhirnya luluh atau istri masih merengut coba tahap akhir

Tahap 3. Bapak bisa bilang gini ke istri, “Sayang, biar besok aku yang belanja aja di pasar yah, aku ga mau orang-orang ngeliatin istriku yang cantik” yakin deh aman dan tentram rumahtangganya!

Nah gampang kan bahagiakan istri? bapak-bapak terlalu ribet sih mikirin perempuan. Teori ini bisa kok dipakai kalau mau ngasih hadiah buat istri. Tentukan tingkat hubungan bapak dan istri sudah ditahap mana, berikan hadiah sesuai kebutuhan istri dan jangan lupa pakai tips saya di atas. Pegang tangannya. Tatap mata. Senyum. Peluk. Bisikan dulu kalimat yang bikin perempuan luluh. Apapun hadiahnya pasti bakal diterima sama istri.

Sekian tips dari saya, keberhasilan tips ini ditentukan kegigihan bapak-bapak ya 🙂

Story telling

Love Doesn’t Hurt – It’s Hurt

Tidak semua cinta menyakitkan atau membahagiakan. Tidak semua yang membahagiakan berakhir baik-baik saja. Tidak semua yang menyakitkan berakhir buruk.

its-hurt-e1532923425924.jpg

Sebelum saya menulis ini, tolong jangan hakimi saya sebagai istri yang tidak bersyukur. Tidak bersyukur karena Tuhan sudah mengirimkan jodoh di usia 20an sedangkan masih banyak wanita yang masih belum mendapatkan jodoh di usia 40 tahun. Tidak bersyukur karena Tuhan sudah mengirimkan anak yang sehat dan pandai sedangkan masih banyak pasangan yang masih berusaha mendapatkan momongan mati-matian. Tidak bersyukur karena Tuhan sudah mengirimkan limpahan rejeki sehat sedangkan masih banyak pasangan harus diuji dengan bolakbalik ke rumah sakit. Atau tidak bersyukur karena Tuhan sudah memberikan rejeki materi yang cukup bagi kami sedangkan masih banyak pasangan diluar sana memeras keringat untuk mencukupi makan sehari-hari.

Saya amat sangat bersyukur atas hidup saya. Bersyukur diberikan garis hidup seperti ini. Garis hidup yang keras, melelahkan, menyakitkan dan menyedihkan namun membuat saya menjadi manusia yang harus selalu bangkit disaat dijatuhkan oleh ujian. Entah sudah berapa ribu kali saya harus bangkit dengan kondisi kesakitan, namun harus tetap bangkit menjadi seorang istri dan ibu di rumah. Wanita yang tidak boleh terlihat lelah dan menyedihkan.

Dengan tulisan ini, saya mau mengucapkan terima kasih atas ujian-ujian yang datang. Ujian yang membuat saya mengikis kerasnya ego, agar terlihat indah di mata Tuhan saat saya menghadap-Nya. Seperti berlian, yang harus “disakiti” beberapa kali agar menjadi berlian yang indah dan mahal.

Terima kasih buat kamu yang tidak pernah menatap saya sebagai istri yang kamu butuhkan.

Dengan ujian ini, saya ubah rasa terabaikan dengan menambah banyak teman berbagi cerita. Teman yang selalu menatap jika sedang bicara. Teman yang membutuhkan untuk berbagi cerita, tawa dan sedih.

Terima kasih buat kamu yang selalu meninggikan suara disaat bicara sampai merendahkan harga diri saya sampai titik terendah. 

Dengan ujian ini, saya ubah rasa tidakpercaya diri saya dengan mencari kegiatan yang saya suka. Kegiatan yang membuat saya bahagia dan menikmati setiap detiknya. Kegiatan yang membuat rasa percaya diri saya melebihi rasa takut karena suara kamu yang menjatuhkan. Kegiatan yang menbuat saya lupa kalau sudah jatuh di titik terendah sampai kamu tidak bisa melihat saya.

Terima kasih buat kamu yang membiarkan saya kelelahan mengerjakan banyak hal yang seharusnya menjadi tugas kita bersama.

Dengan ujian ini, saya ubah rasa lelah dan sakit dengan belajar mengelola waktu dan pekerjaan agar lebih efisien dan efektif. Dengan ujian ini, saya belajar melakukan banyak pekerjaan yang tabu dilakukan seorang wanita. Ya, jangan pegang tangan saya. Ada kulit-kulit yang mulai mengeras dan tidak nyaman. Kulit yang mengeras karena beberapa kali saya harus memegang palu, batu, sikat, lem kayu sampai kulit yang memerah terkena percikan minyak panas. Tangan yang bergerak dari panasnya dapur, dinginnya kamar mandi, bau dan kotornya saluran air, nyamannya kamar tidur, ketikan di keyboard sampai menyiapkan masakan. Masakan yang kamu makan dari tangan seorang istri yang lelah. Istri yang sakit namun selalu berusaha senyum agar kamu mau menatap saya. Istri yang melupakan rasa sakit hati agar kamu menjadikan saya sebagai istri yang kamu butuhkan sampai tidak ada nafas yang tersisa.

Terima kasih buat kamu yang membuat saya menjadi menjadi istri seperti saat ini. Terima kasih sudah memberikan ujian yang membuka sisi lain dari hidup saya. Sisi yang tidak akan pernah terbuka kalau saya dibuai dengan suami yang selalu merangkul hati saya.

“Cause you brought out the best of me
A part of me I’d never seen…”  All I Want – Kodaline

Saya menemukan pertanyaan bagus:

“What is more painful?

when a person whom you trust, hurts you? Or when the person whom you hurt, still trusts you?”

https://quotesgram.com

Dari proses hidup yang saya jalani, makan jawaban dari pertanyaan di atas adalah saya ingin menjadi seseorang yang dipercaya oleh orang yang sudah menyakiti saya.

Love doesn’t hurt if you, expectation do. Jadi, jangan berekspektasi macam-macam 🙂

Story telling

Love Doesn’t Hurt – Till Death Do Us Part

Perpisahan dengan orang tersayang bisa menjadi momen paling menyedihkan dan juga menyakitkan bagi siapa saja. Beberapa kali saya mengalami momen ini dan rasanya selalu sama, sedih. Tapi entah kenapa, baru kali ini saya mengalami perpisahan namun justru memberikan rasa tenang dan membahagiakan. Bahagia bukan karena lepas dari penderitaan tapi bahagia kalau…ah entahlah. Rasa yang tidak bisa diucapkan lewat rangkaian kata. Rasa yang hanya bisa dirasakan oleh hati. Mungkin ini momen paling indah yang saya rasakan selama ini.

The best and most beautiful things in the world can not be seen or even touched. They must be felt with the heart

Hellen Keller

Pertemuan saya dengan Mas Andi sudah terjadi beberapa tahun belakangan, karena kami satu tim di perusahaan yang sama. Beberapa kali kami terlibat pekerjaan yang mengharuskan bersama. Tidak hanya disaat bekerja, sering juga kami makan siang atau makan malam bersama dengan rekan-rekan yang lain. Kedekatan kami murni sebagai rekan kerja namun juga rekan sesama perantau di kota yang jauh dari keluarga. Tidak heran, rasa yang muncul subur adalah rasa persahabatan.

Seiring berjalannya waktu, ada dorongan bathin yang mengharuskan saya untuk melakukan perjalanan spiritual menjadi lebih baik. Perjalanan yang membuat saya harus berani keluar dari zona nyaman di pekerjaan yang selama belasan tahun saya lakukan. Akhirnya saya harus mengambil sikap untuk pindah pekerjaan yang bisa menerima perubahan penampilan saya. Perjalanan hijrah ini sangat indah karena banyak didukung keluarga dan rekan kerja tidak terkecuali Mas Andi. Meski ada hambatan saat saya harus keluar dari zona nyaman, dukungan keluarga dan sahabat-sahabat terbaik menjadi energi luar biasa buat saya.

Selama proses kesibukan pindah kerja ke kota yang berbeda lagi, Mas Andi tiba-tiba mau ketemu dan melamar saya. Iya melamar. Kata-kata yang selama ini tidak pernah saya dengar, kata-kata yang asing karena tertelan oleh kesibukan pekerjaan, kata-kata yang hanya muncul di sinetron-sinetron atau kata-kata yang mungkin justru diam-diam saya dambakan selama bertahun-tahun. Yang membuat saya takjub dari lamaran Mas Andi adalah bukan kalimat “mau ga nikah sama saya?” tapi justru dia mengatakan, “kamu mau ga melengkapi ibadah saya?

Semua perjalanan spiritual ini terasa cepat dan mengharuskan saya harus mencerna lebih cepat kalimat Mas Andi yang melamar saya. Kalaupun saya menerima, masih banyak pertanyaan yang akan muncul di benak saya. Bagaimana hubungan yang akan kami lalui dengan beda kota? bagaimana saya harus menggantikan rasa persahabatan menjadi rasa sayang sebagai pasangan? bagaimana kalau proses hijrah saya belum sempurna? atau apakah ini hanya ujian yang akan menyakitkan? Muncul beribu pertanyaan dan coba saya nikmati prosesnya.

Setelah lamaran, ternyata Mas Andi memperkenalkan saya dengan keluarganya. Meski sudah ada niat Mas Andi menikahi saya, tidak ada satupun rekan kami yang mengetahui. Karena sebelum perpindahan saya ke kota yang berbeda, kami sering makan malam bersama dengan rekan-rekan lain seperti biasanya.

Tidak butuh lama proses pertemuan keluarga sampai akhirnya kami menentukan tanggal pernikahan. Karena berbeda kota dan Mas Andi sangat mengenal saya, saat itu Mas Andi sangat percaya dan menyerahkan konsep dan segala sesuatunya ke saya. Dari proses persiapan inilah saya menjadi lebih dekat dengan Mas Andi, Mas Andi sebagai calon suami, bukan lagi sebagai mantan rekan kerja.

Segala persiapan kami lakukan, tinggal menyebarkan undangan saja. Karena kami hanya mengadakan syukuran kecil-kecilan di rumah orangtua saya, undangan tidak butuh disebar jauh-jauh hari. Ditengah kesibukan persiapan, ternyata Mas Andi harus masuk rumah sakit. Diagnosa awal adalah typus. Meski sakit, komunikasi saya, Mas Andi dan keluarganya tetap terjalin. Apalagi saya harus berada di kota A, Mas Andi di kota B dan lokasi acara di kota C. Saya nikmati setiap prosesnya, setiap waktu dan nafas adalah proses saya berusaha melengkapi ibadah.

Diantara kesibukan persiapan, ternyata saya harus menerima kabar dari keluarga Mas Andi kalau ternyata sakitnya makin parah. Saya pun harus datang ke rumah sakit di kota B dan melihat kondisinya, yang ternyata sangat lemah. Kami hanya bisa berdoa, semoga Allah mengangkat penyakitnya dan Mas Andi pulih. Beberapa hari di rumah sakit ternyata kondisi Mas Andi makin melemah sampai tidak sadar diri, sampai akhirnya pihak rumah sakit melakukan ct-scan dan menemukan kalau ada pembuluh darah yang pecah dekat otak dan terdeteksi virus. Lemas. Saya tidak bisa berkata selain berdoa dan pasrah kalau pernikahan kami diundur sampai Mas Andi pulih.

Berbagai tindakan medis dilakukan sampai akhirnya pihak keluarga menerima penjelasan dari dokter kalau kondisi Mas Andi sangat lemah. Kalaupun pulih, maka butuh terapi bertahun-tahun, karena sudah ada gangguan di pembuluh darah di otak. Sampai akhirnya keluarga Mas Andi menemui saya untuk menyerahkan keputusan ditangan saya. Mereka ikhlas kalau saya membatalkan pernikahan dan meninggalkan Mas Andi, tidak butuh waktu buat saya memikirkan ini. Saya langsung bersikap kalau saya akan tetap mendampingi Mas Andi sampai sembuh apapun yang terjadi. Entah darimana dorongan ini, dorongan yang melebihi rasa takut dan sedih. Dorongan bathin yang sama saat saya mendapatkan dorongan untuk melakukan hijrah dan keluar dari zona nyaman.

Sampai akhirnya saya memutuskan membatalkan pernikahan dan mengutamakan kesehatan Mas Andi. Rasa ikhlas tumbuh subur, sehingga tidak ada rasa sedih karena harus membatalkan pernikahan. Diantara rasa tenang dan ikhlas menjalani ujian ini, saya dan keluarganya selalu mendampingi Mas Andi. Kebetulan saya sudah mengajukan cuti menikah, jadi saya manfaatkan dengan mendampingi Mas Andi di rumah sakit. Ternyata ujian ikhlas tidak berhenti disitu, saya harus melihat detik-detik Mas Andi menghabiskan sisa nafasnya. Sisa nafas yang tersisa karena bantuan alat. Detik itupun datang, detik Mas Andi harus meninggalkan kami. Meninggalkan mimpinya untuk menikahi saya. Meninggalkan mimpi untuk beribadah bersama saya sebagai istrinya.

thumbnail

Mas Andi pergi 3 hari sebelum hari pernikahan kami. Bagaimana perasaan saya? sedih pasti. Ikhlas melepas Mas Andi. Namun ada 1 rasa yang sampai sekarang akan saya kenang. Bahagia karena pernah kenal dengan Mas Andi. Mas Andi yang telah menyelipkan harapan untuk beribadah bersama saya di sisa umur kami. Mas Andi yang mendukung saya menjadi seorang yang lebih baik. Mas Andi yang akan selalu saya bawa di dalam setiap doa. Mas Andi yang akan saya kenang sebagai calon suami terbaik. Saya ikhlas dan bahagia karena yakin Allah sudah memberikan tempat terbaik bagi Mas Andi.

Semoga saya sudah memberikan kebahagiaan juga untuk Mas Andi selama ini. Aamiin 🙂

“Being deeply loved by someone gives you STRENGHT, while loving someone deeply gives you COURAGE”

Lao Tzu

Story telling

Love Doesn’t Hurt – Me, You and Him

Apa tulisan di atas salah? tidak. Itu kondisi yang saya alami saat ini. Ketika kesepian melanda, telah datang seseorang yang bisa membuat saya tertawa dan memenuhi relung hati dengan kebahagiaan. Kebahagiaan yang membuat saya lupa kalau saya sudah memiliki suami dan buah hati. Kebahagiaan yang sudah menutupi rasa bersalah dan dosa atas kekhilafan. Kebahagiaan yang sudah menodai janji suci dan kesetiaan sampai akhir hayat bersama suami. Kebahagiaan yang hanya bisa dimengerti oleh senyum di bibir saya setiap kali mendengar namanya.

Tapi tunggu dulu, jangan anggap kebahagiaan ini hanya milik saya. Karena saya juga harus berbagi asa dengan lelaki lain yang sudah lama berlabuh di hatinya.

Apa masih menganggap tulisan di atas salah? tidak. Saya mencintai seorang pria yang ternyata memiliki kekasih seorang pria. Apa saya sedih? ehm..kalau saya wanita single, mungkin hati saya sudah hancur. Karena begitu besar harapan bisa menjadi seseorang di hati seorang pria. Ingin berbagi rasa dan menjalani sisa waktu bersamanya tanpa kehadiran orang lain.

Tapi bagaimana dengan saya? apa saya harus rebut dia dari kekasihnya? apa saya harus meninggalkan keluarga yang sudah saya miliki? apa saya harus tetap menjadi sahabat terbaiknya? apa saya harus melupakannya? tidak. Saya tidak sanggup melupakan seseorang yang sudah menumbuhkan bibit kebahagiaan di dalam hati.

Saya akan rawat rasa ini dengan harapan semoga suatu saat nanti saya bisa menjadi seseorang yang menemaninya disaat dia berkata “saya mau berubah”. Sesederhana itu impian saya bersamanya.

Sampai kapan? sampai kapanpun. Karena saya percaya, inilah cinta. Love doesn’t hurt. Apapun kondisinya, saya tidak merasa tersakiti. Saya merasa telah bertemu orang yang tepat untuk membuat saya menjadi seorang wanita yang lebih baik.

Bagaimana kalau dia berkata, “saya mau berubah dan mau kamu menjadi istri saya”. Mungkin saya cuma bisa berkata, “You are the right person, I will do anything for the right thing”.

Love doesn’t hurt. Loving the wrong person does.

🙂

 

Travelling

Bromo Trip (Restorasi)

Mood nulis lagi membara, kayaknya harus lihat-lihat tulisan lama karena dulu sempat “pindahan” dari multiply dan banyak tulisan yang error dan gambar yang hilang-hilang. Projek restorasi pertama adalah tulisan ke Bromo ini, karena pak suami banyak ambil foto yang bagus-bagus. Siapa tahu bisa jadi inspirasi buat orang lain buat berkunjung ke Bromo 🙂

Awal Maret 2009

Disaat keluarga besar suami lagi sibuk arisan keluarga di Bale Bengong Halim, kami berempat (saya, pak suami, sepupu suami/dina, suami dina/widi) malah kasak kusuk buat traveling bareng. Mulailah tercetus ide buat jalan ke Bromo untuk menyalurkan hobi foto suami, hobi saya yang kulineran dan jalan-jalan, dina dan widi yang seneng traveling *yippppiiiie*.  Dengan menggunakan HP N73 tercinta, mulailah browsing travel yang menyediakan paket ke bromo *sssst saya udah googling colongan beberapa hari sebelumnya looh*. Berbekal hasil survei, saya lebih gampang lihat harga paketnya.

Setelah arisan keluarga itu, kami mulai gencar mencari paket wisata yg lebih ok termasuk tiket pesawat, tempat belanja oleh-oleh dan tempat makan yang enak duung *teuteup*.

Travel
Selain harga, saya survei travel dari testimoni orang yang pernah menggunakan travel tersebut. Setiap saya mulai mencari dengan google dengan keyword “paket wisata bromo” selalu muncul web www.globaladventureindonesia.com. Begitu masuk ke webnya, ternyata service yang mereka sediakan lengkap banget. Ok, setelah mendapat beberapa pilihan travel saatnya penentuan travel dengan melakukan studi banding mana yang paling ok dari 5 travel. The winner goes to…global adventure indonesia (GAI)! horrreee…*sori ga akan nyebut travel lain, etika bisnis*.

Mulai deh ym-an sama Mba Istie dari GAI yang baik banget di minggu kedua bulan Maret buat tanya harga nett dan itinerary beberapa paket yang kita incer. Tgl 13 Maret akhirnya kita menentukan mau ambil paket Surabaya – Bromo – Malang – Surabaya buat tgl 9 April-12 April . Terima kasih Mba Istie 🙂

Pesawat
Salah sahabat saya bantu cari tiket Mandala, tapi harganya lumayan yaa..sampai akhirnya Mba Istie yang baek bantuin nyariin Citilink dan taraaaaaaaa..nemu dooong dengan harga manusiawi. Kalau begini kan lebih gampang karena sudah temasuk biaya paket *maklum ga mau ribet*. Jakarta-Surabaya kita berangkat jam 07.50, memang sengaja biar bisa lebih awal sampai Bromo. Surabaya-Jakarta kita ambil yang jam 18.20, memang sengaja biar bisa lebih lama jalan-jalannya :D..ada 1 alesan lagi sih, biar bisa mampir dulu ke Bebek Cak Yudi di Jalan Jakarta di Surabaya.

8 April 09

Asiiik, besok mau jalan-jalan….

Kerjaan kantor yang nyekek, tidak mempengaruhi mood..bawaanya mau liburan aja. Oh ya, tgl 31-2 April saya sempat demam yang mengharuskan bedrest di rumah. Dengan doa yang khusuk teus menerus dan makan yang tiada henti demi ke Bromo..Bromo..oh Bromo *okeh, berlebihan sih*, akhirnya pulih juga. Alhamdulillah…

Mulailah saya beres-beres baju dan sebagainya dengan bantuan senyum dan doa dari pak suami *ya, ga maksa dibantuin siih*..berbekal isu dan pengalaman orang kalau di Bromo dingin, wal hasil 1/3 koper isinya jaket, syal, sarung tangan, kaos kaki.

Dengan selesainya packing, waktunya cek dan ricek..yaa lengkap! waktunya tiduurrr dan pasang alarm …

9 April 09

Disaat seluruh masyarakat Indonesia *halah* mau nyontreng di TPS, kita malah bersiap menuju Bandara Cengkareng untuk trip ke Surabaya-Bromo-Malang-Surabaya. Bukan maksud golput loh, saya sudah bawa form C4 ke bandara, ternyata liat pengumuman kalau pemilih yang mau nyontreng di bandara harus menyerahkan form C5 sebelum tanggal 6 april..yayaya..akhirnya kita “terpaksa” golput.

Karena berangkat kepagian *jam 5.30* dan belum sarapan, begitu saya dan suami sampai bandara, langsung menuju KFC sambil tunggu Dina dan suami yang katanya masih di rumah. Makan selesai dan Dina datang jam 7an akhirnya kita check in..fiuuh, kita dapat di seat 26 ABCD! yayaya, itu paling belakang, tapi ga masaah demi Bromo..demi Malang…demi makan-makan..hayuuuk!

Berangkat jam 07.50, akhirnya sampai Surabaya jam 9an, setelah ambil bagasi kita di jemput sama Pak Anto dari GAI dengan selembar kertas di tangan dengan tulisan “welcome mrs dessy“…waduuh serasa turis asing.

Begitu sampai parkiran, Pak Anto yang ternyata sangat baik dan ramah ini bilang..

“maaf ya, mobilnya besar sekali *L300*”.

Pas kita lihat waduuh langsung kita punya pendapat sendiri2..
Desy : “luas bgt”
Pak suami: ” enak nih buat tidur”
Dina: “Apa aja deh, yang penting bisa jalan-jalan”
Widi: “ehmmm…”
*ngarang*
Bromo 1
Setelah memasukan tas ke bagasi mobil, kita ditawarin air mineral dingin..ya dingin..serasa oase di gurun pasir plus salak dan lengkeng untuk menemani perjalanan ke Bromo. Selama perjalanan, Pak Anto ini baik banget ngejelasin beberapa tempat ke kita yang belum pernah traveling ke Jatim, termasuk nawarin buat liat lumpur lapindo. Karena macet, puanas dan lagi bau menyengat, akhirnya cuma lewat sambil berdoa semoga badai pasti berlalu.

Lunch time, kita makan di rumah makan Ayam Betutu di daerah Probolinggo dengan menu andalan ayam betutu dan es kabut Bromo. Begitu sampai ternyata….beyond our expectation! makanannya banyak banget, pas sama perut yang sudah R n B hehehe..ikan bakar, ayam betutu, sop buntut, tempe tahu, sambel beberok terong, sambel mateng, lalapan, urap, fruit salad, potongan buah seger (semangka&melon), jus jeruk dan air mineral botol *Alhamdulillah* dan semua raib masuk perut!

Bromo 2
Lanjut perjalanan, selama perjalanan dari Probolinggo-Bromo kayaknya mata lagi direfleksi..bagus banget pemandangannya, udaranya sejuuuuk banget, plus sempet foto doong .. foto..jalan..foto lagi..top!
Bromo 3
Akhirnya sampai juga di Lava View Lodge yang ternyata lokasinya luar biasa keren karena bisa lihat view Bromo dan lautan pasir di bawahnya dengan cuaca yang sejuk *eh menuju dingin sih*. Setelah check in (kita dapat 2 bungalow), bersih-bersih badan dan istirahat, kita mau sunset dari Lava View Lodge yang katanya bagus.

DSC_0029

DSC_0043

3071_1144218122958_1152653957_376810_3588682_n

Foto di atas adalah foto senja yang berhasil diabadikan di dekat Lava View, eh yang warna hitam itu Dina looh..dan kabut putih itu awan, kereeen ya. Oh ya, pas foto-foto ini kita sudah mulai pakai peralatan perang, syal, jaket, topi, sepatu dan sarung tangan (saya doang siih yang pakai sarung tangan). Tapi akhirnya Dina beli juga disana dengan harga cuma 10rb. Sumpah dingin banget..

Selesai foto-foto, kita kembali ke kamar buat solat dan siap untuk makan malam di resto lava View Lodge. Sesuai banget dengan testimonial orang yang pernah ke Lava View, banyak turis asingnya mungkin karena pelayanan mereka luar biasa. Karena kita ambil paket, jadi makanan yang disediakan adalah….xxx chicken xxx ga tau namanya, intinya kayak chicken steak, adduuuuh enak banget. Meski main course cuma 1 macem tapi enak banget deh sausnya plus porsinya banyak. Main course yang enak terus ditutup sama teh manis hangat dan buah segar lagi. Sambil makan, kita juga bisa lihat live music yang suaranya ok banget nyanyiin lagu country dan lagu baheula yang bikin tenang kuping.

Dinner selesai, waktunya tidur lebih awal karena besok harus bangun pagi banget..ya, kita diminta bangun jam 3.30 karena jam 4 harus menuju Pananjakan.

10 April 09

DSC_0071

Morning call jam 3.20..karena saya ga bisa tidur dengan enak dan sudah bangun dari jam 3, kedinginan! setelah cuci muka *jangan harap mandi karena airnya kayak es di kulkas* dan sikat gigi kita siap menuju Pananjakan dengan dibimbing Pak Anto. Kita harus pakai jeep 4×4 dengan jarak tempuh kurang lebih 1 jam, jalanan berbatu, udara yang dingin dan gelap tapi ramai karena banyak wisatawan yang menuju Pananjakan juga karena lagi long weekend.

Bener kata Pak Anto dan driver Jeep *aduh lupa kenalan*, kalau lagi musim liburan parkir bisa sampai 4 km menuju Pananjakan. Kita masih “beruntung” karena masih berjarak 200 m menuju puncak tapi tetap harus menanjak. Karena mau dapat posisi yang ok buat foto, kita dibimbing Pak Anto buat jalan cepat dengan jalan menanjak dan dingin. Sampai akhirnya 3/4 perjalanan saya dan Dina minta berhenti karena kehabisan napas *polusi jakarta bikin paru-paru mengecil, eh karena kurang olahraga juga ya*. Setelah sempat minum bandrek dan kembali perjalanan menuju lokasi, akhirnya sampai juga..Ya ampuun ternyata memang sudah penuh orang. Karena Dina kecil, dia yang “buka” jalan buat kita biar dapat posisi di depan..fiuh, akhirnya dapat juga posisi di depan..ini deh hasilnya..pak suami looh yang ambil.

Setelah puas, kita turun lagi menuju kawah Bromo. Dari tempat parkir kita sudah disediakan kuda yang akan membawa kita menuju tangga ke kawah. Ternyata lumayan jauh juga ya dari parkir sampai ke kawah, kasihan kudanya. Ini deh hasil foto nya.

Bromo 4DSC_0056DSC_0063
Puas foto-foto dan lihat kawah, kita diajak ke padang savana atau bukit teletubies *bentuknya kayak di teletubies*. Menurut Pak Anto, disini sering jadi objek foto pre-wedding loh, apalagi kalau habis musim ujan, rumput-rumputnya menghijau dan bunga  bermekaran..inilah hasil foto-foto di padang savana.

DSC_0112

3071_1144218882977_1152653957_376829_7731516_n

DSC_0117

Next, kita diajak ke padang pasir yang katanya tempat lokasi film Pasir Berbisik. Pantes saja kita harus pakai mobil jeep, kalau naik mobil dengan ban standar bisa ga ja;an-jalan tuh..mau liat hasil fotonya?

3071_1144218962979_1152653957_376831_7249549_nDSC_0135DSC_0141DSC_0126
Selesai dari padang pasir, kita balik ke hotel buat sarapan…lapeeer! karena waktu sudah menunjukkan pukul 10. Begitu sampi Lava View, kita bersih-bersih tanpa mandi dan langsung makan nasgor. Habis makan baru deh kita mandi dan packing buat check out karena harus menuju ke Batu Malang.

Meski capek dan ngantuk, perjalanan menuju Batu dari Bromo kita bisa lihat pemandangan indah dengan udara yang sejuk banget. Kalau menurut itinerary, kita mampir ke perkebunan teh Wonosari, tapi karena badan sudah capek dan mau cepat sampai Batu, kita ga jadi mampir.

Begitu sampai Malang, kita diajak Pak Anto buat beli oleh-oleh dulu di Wicaksana. Wah unik-unik  banget ya, ada keripik buah-buahan, keripik baso, jamur dengan harga yang manusiawi. Ya lanjut, kita sampai dekat Batu dan langsung makan siang di Ba-be sekitar jam 2an. Karena capek dan masih ngantuk, kita lupa foto. Menu yang kita pilih ini lebih tradisional dan udah termasuk paket yang kita beli jadinya kita tinggal makan sepuasnya. Yang unik dari Ba-Be adalah minumannya yang memadukan rempah-rempat sama sirup yang bikin tampilannya menarik banget.

Kenyang makan, sekitar jam 4, kita diajak Pak Anto menuju Coban Rondo, meski jadwal ke Coban Rondo di hari ketiga (11 April 09) tapi tak apalah biar sekalian capek. Coban Rondo menurut sejarah adalah tempat persembunyian putri yang akhirnya ditinggal meninggal suaminya. Begitu sampai, kita foto-foto dan coba menuju air terjunnya.

Bromo 5DSC_0150

Akhirnya selesai juga trip di hari kedua ini dan kita menuju penginapan di batu, Klub Bunga. Begitu sampai, kita terkagum-kagum lihat lokasi dan suasananya yang romantis, maklum sampai sana jam 6 sore dan hotel sudah pasang lampu hias kecil, ternyata luas juga Klub bunga ini. Okeh, selesai check in kita ga sabar simpan barang di kamar terus pijat air di kolam renang. Hotel ini ada layanan pijat air gratis looh.

Begitu sampai kamar dan solat, kita langsung buru-buru menuju lokasi kolam, karena jam operasionalnya cuma dari jam 4 sore sampai jam 8. Ga lama buat ganti baju dan langsung..plung! airnya angeeeet..yak mulai deh “dipijat” air. Ada beberapa titik yang bisa dipijat (disemprot) dengan tekanan tertentu mulai dari kaki sampi kepala. Puas sama pijat, kita beralih ke kolam jacuzzi! what a life..ya itu kalimat yg keluar dari mulut kita semua..eits ga cuma jacuzzi, kita berakhir lg di sauna room, luar biasa deh GAI memilihkan hotel ini.

Puas berendam, kita mandi, lanjut makan malam dinner dan ke kamar terus tidur…zzzz…what a life!

11 April 09
Bangun tidur ternyaman deh, ga langsung mandi tapi langsung sarapan dengan menu yang banyak, maklum program perbaikan gizi. Habis makan kita menuju The Cube buat tukar voucher es krim, eits tapi sebelum tukar voucher kita keburu tertarik main ATV dengan biaya 250rb per ATV (buat 2 orang). Seru banget bisa liat pemandangan Batu dari atas ATV. Setelah puas main ATV, kita akhiri dengan es krim..what a life lagi deh.

DSC_0210Bromo 6

DSC_0205

Setelah itu kita langsung ke kamar buat packing karena harus check out. Masih ada 1 tujuan lagi yang mau dikunjungi, agrowisata yang masih disekitar Batu sebelum pulang ke Jakarta melalui Surabaya.

Hari terakhir ini, kita sudah ga sama Pak Anto lagi karena dia harus jemput tamu di Surabaya. Hari terakhir ini kita ditemenin sama Pak Tris naik mobil Innova. Terima kasih banyak yah Pak Anto .

Jarak dari Klub Bunga sampai ke Agrowisata ternyata ga jauh, cuma 500 m! karena sudah ga musim apel, kita cuma bisa petik jeruk (2 jeruk per org). Di agrowisata ini ternyata ga cuma apel dan jeruk, tapi ada juga stroberi loh plus mini zoo dan flying fox. Tour di agrowisata ini kita dapat voucher gratis minum jus jambu di kafe apel. Kafe ini juga ada makanan dan cemilan lainnya loh, ga mau buang kesempatan, kita akhirnya pesen 4 mangkok bakwan malang. muantaaap!

Bromo 7

Lanjut, mari menuju Surabaya..eh dekat lagi sampai restoran Ba-Be. Kita berenti lagi deh buat makan siang. Karena sebelumnya sudah coba menu tradisional kali ini kita kompakan mau coba makanan internasional. Disini kita juga sempat solat..resto ini okeh banget deh! arsitektur bangunannya tradisional tapi bersiiih banget dan nyaman, eits satu lagi nih.. mereka memposisikan restonya sebagai restotainment. Kenapa restotaiment? karena sering jadi tempat acara yang menampilkan kesenian sekaligus bisa menikmati kuliner yang unik.

Alhamdulillah trip di Batu selesai juga, kita langsung menuju Surabaya. Perjalanan dari Malang ke Surabaya makan waktu sekitar 2 jam-an, yup kita bisa tidur.

Karena waktu yang mepet dengan jam keberangkatan, kita ga bisa mampir ke Bebek Cak Yudi deh :(…Surabaya, kita akan kesana lg kok

Akhiiiirnya sampai juga di bandara terus siap-siap ke Jakarta lagi dengan polusi dan kerjaan yang menyesakkan huhuhu..tapi janji kita berempat adalah..tiap bulan harus jalan-jalan kayak gini! Terima kasih Pak Tris

what a life...tunggu cerita trip berikutnya ya 🙂

Just A Thought

Tips Traveling Tanpa Oleh-Oleh

Buat yang traveling dengan DANA TERBATAS (bagi yang berlebih, silakan membawa sesuai kemampuan), saya punya tipsnya. Kasih tulisan ini, dijamin mereka mikir 2x buat minta oleh2 🙂

Hai sahabat…

Bukannya saya tidak mau membawakan oleh-oleh, saya traveling seperti panggilan jiwa. Saya menikmati setiap langkah kaki diberbagai tempat. Menikmati rasa dan kesan yang tercipta melalui mata, hati, telinga dan pikiran.

Hai sahabat…

Bagi saya traveling bukan hanya memuaskan nafsu dunia yang bersifat materialistis, tapi juga perjalanan spiritual untuk mencari hakekat hidup. Kebahagiaan. Ketenangan. Kedamaian. Keindahan. Keberagaman dan yang utama adalah kebersamaan.

Oleh karena itu, tolong jangan nodai perjalanan ini dengan segala sesuatu yang bersifat materialistis

Sekian pandangan saya, mohon maaf lahir bathin kalau ada kata yang kurang berkenan 😊

Alhamdulillah kalau ketemu sahabat yang sholeh/sholehah mereka pasti lebih paham karena ada beberapa hadistnya, berikut adalah salah satunya:

“Terus – menerus seorang itu suka meminta – minta kepada teman sampai pada hari kiamat ia tiba dalam kondisi di mukanya tidak terdapat sepotong dagingpun,” (HR. Al – Bukhari no. 1474 dan juga Muslim no. 1725).

Tulisan ini beneran iseng semata karena beberapa waktu lalu sempat jadi bahan guyonan dengan sahabat sholehah 🙂